Tampilkan postingan dengan label ANAK-ANAK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ANAK-ANAK. Tampilkan semua postingan

Balita Tumbuh Jadi Anak Bahagia

Balita Tumbuh Jadi Anak Bahagia  Ayahbunda.co.idSenangnya balita tumbuh jadi anak bahagia. Senyumnya dapat Anda nikmati setiap saat, ia pun  menjalani hidupnya dengan penuh percaya diri. Namun, puncak bahagia buka pada tepuk tangan, tapi pada saat Anda dan buah hati dapat mengenali perasaan itu. 

Bahagiakan diri Anak
  • Anak belajar dari orang tuanya, kerena itu Anda terlebih dulu harus bahagia,mampu mengenal rasa itu dan mengekspresikannya lewat senyum, tertawa atau nyanyian Anda.
  • Hindari obsesi menjadi orang tua yang sempurna. Pada dasarnya anak tidak lahir dengan buku petunjuk yang bisa Anda pelajari dalam semalam. Anda dan pasangan justru belajar tentang balita sebagaimana ia belajar tentang banyak hal dari Anda.
  • Pastikan cadangan energi Anda cukup ketika mengurus balita. Siasati kondisi ini dengan mengonsumsi makanan yang mengandung banyak potasium, seperti pisang, tomat, dan yoghurt tanpa rasa, yang rendah lemak. Fakta kesehatan menyatakan kekurangan potasium membuat seseorang mudah lelah.
  • Jangan hentikan hobi dan kesempatan menikmati me time Anda. Berbagilah peran mengasuh balita dengan pasangan, sehingga Anda masih punya waktu untuk mengurus dan menyanyangi diri sendiri.

Anak dan Perubahan

Anak dan Perubahan Ayahbunda.co.id
Image by : TOM GRILL/CORBIS







Kemampuan setiap anak untuk menyesuaikan diri dengan perubahan berbeda-beda, sehingga menimbulkan reaksi yang juga berbeda. 
Bantu anak menghadapi perubahan melalui cara-cara berikut:

1.Informasikan terlebih dahulu kepada anak sebelum melakukan perubahan. 
Beberkan alasan mengapa Anda melakukan perubahan tersebut agar anak tak merasa kaget dan memiliki waktu untuk menyesuaikan diri.
 
2. Beri gambaran yang konkret dan sebenar-benarnya. 
Berikan gambaran yang positif dan menyenangkan mengenai penampilan baru Anda. Misalnya, “Kalau rambut Mama panjang, kamu bisa membantu menguncirnya. Pasti seru deh, sayang!”

3. Libatkan anak dalam proses perubahan yang akan Anda lakukan. 
Ketika Anda ingin memangkas rambut atau mengganti warna rambut, minta anak untuk terlibat. Ajak anak untuk ikut memilih model atau warna rambut terbaru melalui berbagai referensi. Saat di salon, jangan lupa untuk mengajak anak melihat prosesnya.

Asal Direncanakan, Balita Pasti Bisa Tidur Sendiri

Jakarta, Di usia tumbuh kembangnya, balita seringkali tak mau tidur sendiri. Hal ini disebabkan karena sudah terbiasa tidur bersama orang tuanya atau seringnya anak berimajinasi akan hal-hal yang menakutkan.

Tetapi untuk kemandiriannya, tentu orang tua harus mulai membiasakannya. Kecemasan mungkin akan menghampiri Anda dan anak, tetapi jika dilakukan dengan benar ini akan sangat menyenangkan loh.

Berikut tips dan trik yang dapat dicoba yang dikutip dari boldsky, Kamis (11/4/2013).

1. Rencanakan Pelan-Pelan

Sebaiknya perpisahan ini tidak dilakukan tiba-tiba. Jangan minta anak untuk langsung berpisah. Anda dapat memulai dengan mersiapkan mental anak terlebih dulu. Biarkan anak tertidur sendiri atau biarkan mereka menikmati tidur siangnya dalam sebuah ruangan. Ketika anak sudah terbiasa, maka anak akan memiliki kepercayaan untuk tidur sendiri di malam hari.

2. Pastikan Keamanannya

Membiarkan balita Anda tidur sendiri, bukan berarti meninggalkannya sendiri. Kehadiran Anda masih sangat diperlukan untuk menjamin keamanan tidurnya. Katakan pada anak bahwa Anda berada disekitarnya selagi mereka tidur. Perhatikan keadaan anak setiap 10 menit dan lakukan sampai anak benar-benar tertidur, maka anak akan merasa aman.

3. Gunakan Lampu Tidur

Beberapa anak memiliki ketakutan terhadap gelap. Jangan langsung mematikan lampu. Jika ingin membiasakannya, lakukanlah secara perlahan. Anda dapat menemani mereka ketika lampu dipadamkan atau gunakan lampu tidur untuk mengurangi kegelapan. Permainan sederhana atau mendongeng dapat jadi pilihan untuk menemani mereka hingga tertidur.

6 Tanda Cinta Mama pada Anak





















Beberapa tips di bawah dapat membuat anak menyadari Anda sangat menyayanginya.

1. Jadilah pakar yang bisa membaca arti tangisan bayi. Tangisan kencang dan 'terdengar' putus asa biasanya menandakan kalau ia lapar. Jeritan melengking yang tiba-tiba adalah pertanda dia merasa sakit. Sedangkan, tangis yang terdengar sedih dengan nada merengek menandakan kalau si kecil bosan. Melalui trial and error, Anda akan piawai kok, menghadapi aneka tangisan bayi Anda. 

2. Balaslah cinta si kecil, serta jangan ragu memperlihatkan mimik wajah lucu, terkejut, atau kagum yang (agak) berlebihan. “Interaksi face to face adalah bagian dari pembelajaran tentang arti positif dari aktivitas memberi dan menerima,” kata Gilkerson.

Anda mulai menyadari bahwa dengan menunjukkan ekspresi wajah tertentu, dia bisa memberitahu Anda betapa senangnya dirinya ketika sedang bersama Anda. Dan, perasaan seperti ini benar-benar menyenangkan, karena dia akan mendapat tontonan seru (berupa ekspresi gembira di wajah Anda!) sebagai 'imbalannya'.

3. Biarkan anak Anda membawa benda favoritnya kemana-mana. Benda itu memang sangat ampuh untuk membantunya mengatasi perasaan tidak aman. Tak perlu khawatir dia akan mengalami ketergantungan yang berlarut-larut pada benda favoritnya tersebut. Nantinya, si kecil bisa pula 'disapih' dari benda itu, sama seperti ketika Anda menyapihnya dari botol susu.