Mencegah Anak Sakit Saat Mudik

Mencegah Anak Sakit Saat Mudik Ayahbunda.co.id
Image by : Dokumentasi Ayahbunda
Saat ikut mudik lebaran, balita pasti sangat senang dengan melakukan banyak aktivitas permainan baik di perjalanan maupun di kota tujuan. Agar anak tidak mudah sakit selama mudik, perhatikanlah tips berikut.
 
Agar daya tahan tubuh balita tetap kuat dan pulang tetap sehat, perhatikanlah beberapa hal berikut :
  • Pertahankan pola makan teratur. Usahakan tetap menerapkan kebiasan makan yang Anda lakukan sehari-hari.
  • Perhatikan apakah makanan-makanan yang dikonsumsi Anda sekeluarga terjagakebersihannya. Bekal siap jadi yang dibawa dari rumah akan sangat membantu.
  • Biasakan balita banyak minum air putih atau jus buah (agar tidak dehidrasi) serta makan makanan berserat (biar tidak sembelit).
  • Dalam aneka kegiatan liburan yang mengasyikkan tetaplah upayakan anak untuk beristirahat. Jangan biarkan ia keasyikan bermain dan lupa tidur siang.
  • Biasakan balita Anda cuci tangan sebelum makan. Jika tidak ada air bersih, siapkan saja hand sanitizer (gel atau cairan disinfektan pembersih tangan) yang sekarang ini banyak dijual di pasaran. (me)
sumber : ayahbunda.co.id


Persiapan Mudik Bersama Balita

Persiapan Mudik Bersama Balita Ayahbunda.co.id
Image by : Dokumentasi Ayahbunda
Agar mudik Lebaran bersama anak berjalan lancar, lakukan beberapa hal berikut ini sebagai persiapan.

Membangun aura kegembiraan dan kebahagiaan di antara Anda dan pasangan sebagai orang tua, dan juga balita. Penting untuk selalu menjaga aura fun ini sebelum dan selama acara mudik lebaran. Orang tua harus bisa nyaman dengan dirinya sendiri. Sebab, selama pergi berlibur, anak-anak cenderung berperilaku tidak seperti biasanya. Mungkin anak jadi lebih rewel dan sering menentang. Orang tua harus menyiapkan diri untuk lebih sabar menghadapi perubahan sikap dan perilaku anak seperti ini. Itu sebabnya, sebisa mungkin jagalah keharmonisan hubungan dengan pasangan. Sedapat mungkin, siapkan mindset Anda untuk tidak diganggu urusan pekerjaan, sehingga Anda bisa benar-benar total having fun!

Bagaimana dengan persiapan fisik? Apakah perlu membawa balita terlebih dahulu ke dokter sebelum berangkat? Kalau balita selama ini sehat-sehat saja, tidak perlu dibawa ke dokter! Tinggal dijaga saja supaya dia tetap sehat. Untuk antisipasi, cukup bawa peralatan P3K, karena selama perjalanan dan di tempat tujuan anak akan sangat aktif bereksplorasi. Jadi, kemungkinan untuk terjatuh, tergores, terluka atau elergi, akan lebih besar. Bawa juga obat penurun panas dan obat anti kejang. Kalau kebetulan balita menjalani terapi khusus, bawa obat-obatan atau vitamin yang harus diminumnya.

Asal Direncanakan, Balita Pasti Bisa Tidur Sendiri

Jakarta, Di usia tumbuh kembangnya, balita seringkali tak mau tidur sendiri. Hal ini disebabkan karena sudah terbiasa tidur bersama orang tuanya atau seringnya anak berimajinasi akan hal-hal yang menakutkan.

Tetapi untuk kemandiriannya, tentu orang tua harus mulai membiasakannya. Kecemasan mungkin akan menghampiri Anda dan anak, tetapi jika dilakukan dengan benar ini akan sangat menyenangkan loh.

Berikut tips dan trik yang dapat dicoba yang dikutip dari boldsky, Kamis (11/4/2013).

1. Rencanakan Pelan-Pelan

Sebaiknya perpisahan ini tidak dilakukan tiba-tiba. Jangan minta anak untuk langsung berpisah. Anda dapat memulai dengan mersiapkan mental anak terlebih dulu. Biarkan anak tertidur sendiri atau biarkan mereka menikmati tidur siangnya dalam sebuah ruangan. Ketika anak sudah terbiasa, maka anak akan memiliki kepercayaan untuk tidur sendiri di malam hari.

2. Pastikan Keamanannya

Membiarkan balita Anda tidur sendiri, bukan berarti meninggalkannya sendiri. Kehadiran Anda masih sangat diperlukan untuk menjamin keamanan tidurnya. Katakan pada anak bahwa Anda berada disekitarnya selagi mereka tidur. Perhatikan keadaan anak setiap 10 menit dan lakukan sampai anak benar-benar tertidur, maka anak akan merasa aman.

3. Gunakan Lampu Tidur

Beberapa anak memiliki ketakutan terhadap gelap. Jangan langsung mematikan lampu. Jika ingin membiasakannya, lakukanlah secara perlahan. Anda dapat menemani mereka ketika lampu dipadamkan atau gunakan lampu tidur untuk mengurangi kegelapan. Permainan sederhana atau mendongeng dapat jadi pilihan untuk menemani mereka hingga tertidur.