Payudara Kecil Bukan Berarti ASI Minim
Oleh: Erly Towoliu
sumber : http://id.she.yahoo.com/payudara-kecil-bukan-berarti-asi-minim-030457109.html
Banyak calon ibu yang cemas dengan ukuran payudaranya yang kecil. Mereka khawatir produksi ASI tidak akan memadai.
"Banyaknya ASI tidak ditentukan oleh ukuran besar atau kecilnya payudara," ujar Konselor Laktasi dr. Ambarsari Kusuma Ningtyas.
Banyak calon ibu yang cemas dengan ukuran payudaranya yang kecil. Mereka khawatir produksi ASI tidak akan memadai.
"Banyaknya ASI tidak ditentukan oleh ukuran besar atau kecilnya payudara," ujar Konselor Laktasi dr. Ambarsari Kusuma Ningtyas.
Ambarsari memaparkan, produksi ASI terjadi lantaran didorong oleh beberapa hormon, di antaranya prolaktin dan oksitosin. Pada umumnya setelah 2-3 hari melahirkan, produksi ASI meningkat karena hormon penghambatnya (ada sejak sebelum melahirkan) mulai menurun.
Hormon prolaktin yang memproduksi ASI ini lebih banyak dihasilkan pada malam hari. "Karena itu, menyusui pada waktu itu mampu menjaga pasokan ASI," katanya.
Sementara itu, hormon oksitosin dihasilkan otak, yang muncul akibat rangsangan dari puting payudara saat bayi menyusu. Hormon yang dikirim dari otak ini kemudian memeras kelenjar-kelenjar yang penuh berisi ASI, untuk selanjutnya keluar melalui puting.
Hormon tersebut kadang disebut juga sebagai hormon cinta. Dokter lulusan Universitas Gadjah Mada ini menuturkan, hormon ini bisa membuat seorang ibu begitu cinta pada bayinya, serta membuatnya tenang.